MAHKOTAKATA

Refleksi Realita dan Rasa

Tragedi Festival Air di Kamboja

SEAN NGU tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi saksi mata pada salah satu peristiwa paling mengerikan dalam sejarah Kamboja. Warga negara Australia ini sedang berada di Kamboja dalam rangka mengunjungi keluarga dan teman-temannya ketika insiden terjadi.

“Saya sedang berada di taman, sekira 30 meter dari jembatan. Situasi sangat bising oleh sorakan perayaan. Tiba-tiba saya menyadari bahwa sorakan telah berubah menjadi jerit ketakutan, yang makin lama makin keras. Awalnya saya pikir itu hanyalah bagian dari puncak perayaan, tapi suara sorakannya terdengar berbeda,” ungkap Ngu seperti dirilis BBC, Selasa (23/11/2010).

“Yang saya lihat selanjutnya benar-benar sebuah kekacauan, tidak seorang pun tahu harus melakukan apa. Polisi, pihak keamanan dan militer segera datang. Ambulans juga menyusul tidak lama kemudian. Perdana Menteri dan istrinya juga datang untuk melakukan inspeksi,” lanjutnya.

Ngu juga menuturkan bahwa dirinya melihat polisi mulai mengurai kerumunan, berdiri tidak jauh dari situ sambil mengamati sungai, berharap menemukan orang-orang yang tadi meloncat dari jembatan.

Namun tidak seorang pun muncul dari dalam sungai. Ngu meyakini orang-orang tersebut telah tenggelam di sungai.

“Saya syok, semua orang syok. Itu terjadi sangat cepat,” pungkasnya.

Sean Ngu, seorang warga negara Australia yang ikut menjadi saksi mata atas kejadian itu. Menurutnya terlalu banyak orang yang ada di jembatan saat itu. Keberadaan Ngu di Kamboja untuk mengunjungi keluarga dan teman-temannya.

“Ada terlalu banyak orang di jembatan ketika dua kerumunan itu bertemu dan saling dorong,” ujar  Ngu seperti disitat BBC, Selasa (23/11/2010).

“Hal tersebut mengakibatkan kepanikan secara tiba-tiba. Saling dorong membuat mereka yang berada di tengah kerumunan terjatuh ke tanah dan terinjak-injak,” beber Ngu.

“Kepanikan dimulai dan sedikitnya 50 orang melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri. Sebagian mencoba untuk memanjat jembatan, meraih dan menarik kabel listrik yang ada di situ. Sialnya mereka malah terkena sengatan listrik dan mengakibatkan lebih banyak korban jiwa,” paparnya.

Rumah Sakit Calmette yang merupakan fasilitas medis utama di Phnom Penh saat ini dipenuhi oleh jenazah dan korban luka-luka. Sebagian korban bahkan harus dirawat di lorong rumah sakit. Sedikitnya 345 orang tewas dalam kejadian itu.(

November 23, 2010 - Posted by | Berita | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: