MAHKOTAKATA

Refleksi Realita dan Rasa

Heboh ‘Penampakan’ Gayus di Bali

DI penghujung pekan lalu –di balik riuh-rendahnya isak tangis bencana—terselip sebuah wajah yang tiba-tiba membetot penonton even Tournament Commonwealth Bank of Champions di Nusa Dua, Bali. Ada penonton berwajah mirip Gayus! Sejumlah orang yang mengenal Gayus pun merasa yakin bahwa Gayus yang saat ini tengah ditahan dan menjalan sidang perkara makelar pajak, memang terlihat menyaksikan pertandingan internasional itu. Hanya sosoknya memang agak beda: berambut gondrong dan berkacamata.

Bisik-bisik ini tentu saja perlu diluruskan, terutama oleh pihak-pihak yang berkompeten. Kebenarannya perlu ditempatkan pada porsi yang semestinya. Wajah hukum ini sudah carut-marut dengan centang-perentang praktik menyedihkan.

Inilah penggalan tulisan Kompas mengenai kehebohan ‘penampakan’ Gayus di Bali akhir pekan lalu:

Duduk manis di tengah penonton Tournament Commonwealth Bank of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010) malam, orang yang mirip Gayus Halomoan Tambunan terlihat sebentar-sebentar membetulkan rambutnya.

“Selain itu, dia juga sering menutup mulut atau hidungnya,” kata fotografer Kompas, Agus Susanto, yang berhasil mengabadikan foto orang mirip Gayus itu, Senin (8/11/2010).

Menurut Agus, orang mirip Gayus itu terlihat tidak juga terlihat bicara dengan penonton lain di sekitarnya. Perhatiannya hanya tertuju ke lapangan, di mana petenis dunia Daniela Hantuchova sedang bertanding melawan Yanina Wickmayer.

Apakah dia terlihat salah tingkah karena mengetahui dibidik kamera? “Kayaknya enggak, Mas. Saya motretnya, kan dari jauh, dari seberang lapangan. Dia tidak lihat,” kata Agus.

Agus menduga, kalaupun orang mirip Gayus itu sebentar-sebentar membetulkan rambutnya, itu mungkin karena dia kurang nyaman dengan rambutnya yang diyakini Agus sebagai wig atau rambut palsu.

Kehebohan wartawan peliput turnamen tennis kelas dunia di Nusa Dua, Bali, itu tidak hanya berhenti pada “Gayus”. Sebab, hari berikutnya terlihat juga Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau biasa disebut Ical pada hari Sabtu. Apalagi, bos kelompok Usaha Bakrie itu tidak duduk di bangku VIP.

Keberadaan Ical awalnya tidak tercium wartawan. Mereka baru menyadari keberadaan Ical ketika mantan Ketua KONI Agum Gumelar yang nonton tenis bersama istrinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari  Gumelar, dan anaknya, Ami, memanggil-manggil Ical.

“Ical, ngapain di situ. Ke sini saja,” teriak Agum. Mendengar teriakan itu, Ical akhirnya berdiri dan akan segera menuju tempat Agum dan keluarganya duduk, tetapi dicegah petugas. Aturan main di dunia tenis bagi penonton memang ketat. Tidak boleh penonton pindah tempat seenaknya.

Akhirnya, Ical baru bergabung dengan Agum ketika pemain sedang beristirahat untuk melap keringat, ketika poin ganjil.**

 

November 8, 2010 - Posted by | Berita | , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: