MAHKOTAKATA

Refleksi Realita dan Rasa

Berhaji, Dua Pemuda Bersepeda Selama 8 Bulan ke Mekkah

SEBUAH perjalanan  dengan gelegak spiritual yang sampai ke ubun-ubun. Itulah yang mungkin dirasakan dua pemuda Afrika ini. Betapa tidak, keduanya sanggup mengayuh sepeda melintas berbagai Negara di Afrika hingga delapan bulan lamanya untuk menunaikan ibadah haji. Ia memulainya dari Cape Town, Afrika Selatan sejak 7 Februari lalu. Sungguh sebuah tekad yang tidak bisa disepelekan. Kedua pemuda yang penuh semangat itu adalah Nathim Cairncross (28) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25). Ketika tiba di perbatasan Saudi, keduanya mengaku sangat senang karena akan mewujudkan mimpinya untuk berhaji.

“Kami mengayuh dari Cape Town sampai ke Kerajaan (Arab Saudi) merupakan pengalaman yang melelahkan. Kami ingin pergi dengan cara begini sehingga kita siap menghadapi kerasnya pengalaman dalam menjalankan ibadah haji,” ucap Cairncross yang bekerja sebagai perencana kota kepada Arab News melalui telepon. Demikian dikutip dari Arab News.

Keduanya memulai perjalanan dengan sepedanya pada 7 Februari alias 8 bulan lalu. Mereka mengayuh melalui Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah dan Yordania sebelum mencapai perbatasan Saudi.

Mereka berdua telah mengayuh 80 km hingga 100 km per hari dan beristirahat di tenda-tenda atau masjid setelah malam. Begitu fajar menjelang, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.

“Ketika kami tiba di perbatasan Saudi, para petugas keamanan sangat ramah saat menyapa dan menyambut kami. Mereka juga senang saat tahu kami telah melakukan perjalanan sulit untuk memenuhi impian berhaji,” tutur Cairncross.

“Kami datang dengan anggaran yang sangat kecil, dan kami temukan orang-orang yang menawarkan uang lokal kepada kami dan memenuhi kebutuhan kami,” katannya.

Meski demikian, keduanya tidak mengalami masalah serius selama perjalanan melewati sembilan negara dalam waktu berbulan-bulan. “Yang kami lakukan adalah mengganti ban dan tabung, dan mengepaskan pedal rantai dari waktu ke waktu,” ucapnya.

Ketika ditanya mengapa mereka memilih untuk naik sepeda, Cairncross berkata, “Ini memberi kita banyak kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang yang berbeda di negara yang berbeda juga.”

Cairncross dan Haron adalah mahasiswa hukum Islam dan mempelajari Syariah. “Saya bergabung dengan satu universitas lalu menyelesaikan kursus perencanaan kota dan sekarang saya bekerja di bidang konstruksi,” jelas Cairncross.(dc)

October 31, 2010 - Posted by | Realita | , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: