MAHKOTAKATA

Refleksi Realita dan Rasa

Tentang Kita

DULU, kita sempat menyimpan sebuah ruang indah di hati masing-masing. Sebuah ruang yang kerap kita bincangkan dalam riang, gelora dan antusias. Tapi sudahlah, semua itu memang hanya sketsa kita yang tinggal teronggok dalam episode yang telah berlalu.

Kini kita tinggal sebagai siluet-siluet yang kadang berkelebat, tapi bukan mimpi buruk yang menakutkan, atau rasa sakit yang mengharu-biru. Karena kutahu, kini kau bisa tertawa, begitupun aku. Begitulah kita sempat mencipta kenangan, sebuah realitas yang pada saat itu tidak hendak kita jadikan luka, tapi tetap kita tangisi.

Mungkin pada saatnya kita akan tersenyum sendiri dalam kesendirian kenangan. Atau menyesalinya sebagai sebuah kekonyolan. Tapi tidak ada peluang buat kita untuk mengingkarinya, karena rasa itu sempat kita semaikan dalam akar terdalamnya. Hingga pada saatnya kita mencabutnya dengan rasa sakit.

 

October 24, 2010 - Posted by | Romansa | , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: